Saturday, October 12, 2019

Menginap di The Trans Luxury Hotel

Awalnya dalam pikiran saya, saya ingin memesan hotel setelah makan siang dari Mie Selecta. Namun, saat perjalanan menuju kesana tiba2 ada muncul notifikasi di hp saya dari Tiket.com Saya agak lupa bagaimana penulisannya, menyesal juga harusnya saya screenshoot dulu. 

Cek sekarang, sedang ada SalePrise berlangsung!

Wah pas bener pikir saya, langsung saya buru2 buka dan JRENGGG,,,,

Urutan paling atas saat saya ketik di search column Hotel di Bandung adalah,,,


Harganya IDR 1.185.334/night untuk Premier Room tanpa breakfast. Additional breakfast IDR 225.000 nett/orang. 

Otak hemat saya langsung bekerja, saya telepon reservasi The Trans Hotel menanyakan rate hari itu, dan confirm ratenya idr 1.600.000 plus breakfast untuk 2 orang. Wah ini sih harga miring. Saya langsung bilang ke suami, booking ya, dan suami juga excited sekali. 

Pada awalnya, kami mau menginap di hotel yang kelasnya dibawah The Trans. Sudah sempat cek juga rate The Trans pagi itu dan masih berkisar antara 1,6 - 2 juta per malam. Ah jadi wishlist aja kapan2, kata suami.

Memang namanya sudah rezeki anak2 kami kali ya... 
Sebelum booking saya memastikan tanggal check in sampai 3x, takut salah, yang ada malah ga jadi check in hari ini kan... Lalu tiba2 saya ingat, eh Tiket.com kan suka bagi2 voucher, lalu saya cari lah promosi untuk hari itu dan Yapp... Ada kode voucher "GAJIANHEMAT" untuk potongan sebesar 10% tiket hotel domestik.

Jadilah saya membayar hanya IDR 1.031.240 huhuyyy,,,, senang sekali rasanya....

Pembayaran saya selesaikan saat sampai di Mie Selecta, bergegas makan, tidak lupa foto2 dulu untuk review di Google Maps dan cuss berangkat ke The Trans, suami mengebut untuk mengejar waktu masih bisa ajak anak2 berenang di kolam renang pantai nya yang terkenal itu.

Pada pukul 5 sore kami sampai di The Trans dan langsung menuju ke resepsionis, proses check in nya smooth sekali dan kami langsung dapat kamar. 


Grand Lobby nya megah sekali ya.

The Trans Hotel adalah bangunan yang terdiri dari 17 lantai, hari itu kami mendapat lantai yang cukup tinggi, yaitu lantai 15, non smoking of course.

Begitu kami masuk kamar, ahhh blown away, honestly. Langsung aja yah....




King Size Bed dengan lantai karpet. Ada sofa bed yang nyaman (malamnya M ketiduran disana, kami ga berani bangunin) Complimentary cookies, assorted nuts and one Fuji Apple. View kamar menghadap ke city.

Kami juga disambut oleh Kamar Mandi yang megah




Karena kolam renang tutup pukul 6 sore, kami segera berganti baju renang ke kolam renang yang ada di Lantai 3. Berikut adalah foto2 kolam renangnya, foto dibawah ini saya ambil keesokan harinya pukul 7 pagi sebelum M dan J bangun tidur, jadi masih sepi. Kalau saat itu ramai sekali dan sudah sedikit berantakan, handuk kotor dimana2.







Saat masuk ke area kolam, kami langsung ditanya nomor kamar dan diberikan dua buah handuk bersih. Handuk ini boleh dibawa ke kamar, hanya saja nomor kamar kita akan diberi extra notes jadi pada saat check out, handuk wajib ada dalam kamar kita. Kalau engga, akan kena xtra charges.

Kolam renang ada 3 bagian, kolam renang dewasa, kolam anak2 dan kolam pasir pantai. Well pasirnya kalau saya lihat sih sintetis, bukan pasir betulan, jadi teksturnya sedikit kasar. Dan yang perlu digaris bawahi adalah airnya hangat di semua kolam. Aduh,,, mama happy nya pake banget banget.... 

Disediakan juga floating mats untuk bersantai tapi pakainya ganti2an dengan pengunjung lain ya. Hari itu kami mengalami kejadian yang kurang mengenakkan, tampaknya ada rombongan keluarga yang menginap disana jadi banyak anak2 umur tanggung kira2 belasan tahun (sepupuan mungkin). Mereka mengambil semua floating bed yang ada untuk dipakai oleh rombongan mereka, bahkan ada diantara mereka satu orang dewasa yang menumpuk 2 floating mat menjadi satu dan mereka baringan diatas sana. Saya dan suami hanya bisa lihat2an dan saya merasa pengunjung lain juga merasa risih. Kami menunggu beberapa lama sampai mereka puas dan suami mendatangi mereka untuk meminjam satu dari floating mat tersebut, mereka ga berkenan kasih dan akhirnya suami nadanya mulai sedikit keras baru dikasih.

Well,, seharusnya sadarilah bahwa floating mats tersebut adalah fasilitas yang boleh digunakan oleh semua pengunjung, jadi harus sadar diri dan ganti2an untuk memakai. Saya sangat menyayangkan bahwa justru orang dewasa tersebut memberi contoh kurang baik di depan sekumpulan kerabatnya anak2 usia belasan tahun.

Anyway, balik lagi ya...

Baby J begitu ngerasain airnya hangat langsung mau turun, karena biasanya kalau air dingin harus adaptasi dulu. M dan J puas main di kolam pasir sampai langit gelap dan tunggu petugasnya bilang mau di clear up baru pada nurut untuk udahan hihihihihi...

Suami kemana nih? Nah udah jadi kebiasaan suami kalau kita lagi menginap di hotel, Si Bapak wajib nyoba fasilitas Sauna, Steam dan Whirlpoolnya. Jadi beliau udah duluan kesana. Semua fasilitas ini ada di dalam Spa, lantai 5, termasuk salon dan fitness. Untuk Sauna, dkk dipisah antara Wanita dan Pria. 

Setelah kami ganti baju, kami menyusul ke Lantai 5, sembari menunggu, saya foto2 ruangan Sauna nya. Yuk dilihat dibawah ini:

Main Entrance:



The Saloon:



The Fitness Center:


The Whirlpool:



The bathroom:


The Dressing Room:
Saya dan anak2 menunggu disini saat suami mandi.


Saya sampai hari ini, masih mengingat2 bagaimana rasanya menginap di The Trans, jujur saya bagi saya, Hotel ini adalah salah satu yang terbaik.

It looks like to me that they already did many researchs before building this hotel. Every detail and layout was designed carefully and useful. Contoh ya untuk shower di bathroom kamar. 


Showernya ada 2 macam. Rain shower yang diatas dan handshower. 
Handshower nya pendek, aduh itu asik sekali loh pas mandiin M dan J, karena ketinggiannya pas dengan mereka, jadi aliran air jatuh ke pundak mereka, bukan ke mata, membuat saat mandi menyenangkan untuk mereka. 
Lalu lantainya, ada kotak persegi empat yang "timbul" lebih tinggi. Sering kan kalau mandi di kamar hotel, lantainya ceper dan airnya jadi tergenang, nah ini salah satu caranya supaya airnya tidak tergenang. Smart I think.

Setelah puas berenang, kami mengajak anak2 makan di Trans Studio Mall, yang hanya sepelemparan batu saja dari hotel hehehe...

Esoknya kami menyempatkan anak2 untuk mencoba Kids Studio yang terletak masih satu area dengan kolam renang. Mainan nya lengkap sekali. Bahkan ada konsol mengemudi (driving arcade) lengkap dengan bangkunya! 




Ga lupa dong jualan Baskin Robbins,,, hehehe masih satu perusahaan kan...


Ini dia driving arcade nya:



Nah bagaimana? 

Menurut saya The Trans Luxury Hotel Bandung boleh dijadikan wishlist untuk short getaway bersama dengan anak2. Fasilitasnya lengkap dan sangat kids friendly, sebelah hotel juga mall jadi jangan kuatir kalau mau mencari makan an berat dan snack.

Beberapa informasi yang dapat saya tambahkan:

1. Kolam renang ada di lantai 3 buka dari pukul 6 pagi - 6 sore.
2. Spa ada di lantai5 buka dari pukul 5.30 pagi - 11malam.
3. Segera daftarkan plat mobil anda di concierge setelah check in.
4. Ada aktivitas untuk kids di jam2 tertentu dan berbayar
5. Kids Studio free, pastikan ada pendamping untuk mengawasi anak2 kita.


Friday, October 11, 2019

Mampir makan di Mie Selecta

Kami berangkat dari Laut Biru Hotel sekitar pukul 10 pagi untuk kembali menuju Bandung. Secara garis besar, rute balik kami adalah dari Pangandaran - Tasikmalaya - Garut - Rancaekek - Pasteur Bandung.

Nah, karena belum puas kulineran di Tasikmalaya, kami berhenti untuk makan siang yang sudah telat, baru pukul 2 siang kami tiba disana. Ada banyak pilihan berkat bantuan Google dan Instagram, kuliner hits Tasikmalaya. Akhirnya kami menjatuhkan pilihan untuk makan Mie Selecta.


Zaman sekarang untuk mencari lokasi suatu tempat tidak perlu susah2 lagi ya, ada bantuan Google Maps, Waze, dsb. Tidak butuh waktu lama kami pun telah tiba.

Saat pertama masuk kedalam kedai, kesan kuno langsung melingkupi, kursi dan meja makan nya, jam dinding serta dapurnya kelihatan bahwa ini adalah usaha keluarga turun temurun. Tidak disediakan buku menu, kami langsung memesan saja ke kasir, sekaligus koki, sekaligus pemilik Mie Selecta.

Kami memesan 2 macam mie. Mereka menyediakan Mie Asin dan Mie Manis. Dua2nya dihiasi topping daging cincang yang ditumis dengan kecap, lalu ada pelengkap yaitu semangkuk kuah yang diisi Bakso, Siomay dan Pangsit. Semuanya homemade loh!

Rasa daging cincangnya penuh rasa, manis, gurih bercampur menjadi satu. Mienya kenyal, tapi tidak seperti karet. Mie asin dan Mie manis sama2 enak. Biasanya kalau Mie manis, dicampur dengan banyak kecap, nah ini rasa kecapnya berimbang, not too overpowering.

Bakso nya lezat, kenyal tapi tidak terlalu membal. Kuahnya persis kuah bikinan rumahan, isian pangsit lembut dan lumer di mulut. Siomay nya dicemplung juga kedalam kuah, ukurannya besar loh, dan Bakso Tahunya wah, ukurannya lebih besar lagi, puas sekali. Rasa tahu sangat khas Tasikmalaya, putih, lembut dan sangat terasa kacang kedelainya.

Saking enaknya, suami minta tambah lagi semangkuk Bakso Tahu, Pangsit dan Siomay nya. Kami makan sampai kalap. Anak2 apalagi, mereka makan banyak sekali mie dan daging cincangnya.

Dan,,,, ada satu bumbu rahasia yang menyatukan semua rasanya, yaitu:


SAMBEL!

Rasa sambelnya mirip dengan sambel dari Restoran Ikan Bakar Cianjur. Bedanya, sambel Mie Selecta teksturnya chunky, ada rasa asam dari jeruk nipis dan minus terasi. Cabenya bercampur antara cabe rawit merah dan hijau. Aduh kalau boleh ya, pingin minta sedikit buat dibawa pulang hehehe...

Lalu setelah kenyang, kami bergegas menuju mobil untuk melanjutkan perjalanan, karena kami takut sampai di Bandung terlalu malam, karena pingin sekali mengajak anak2 berenang pas sampai hotel.




Wednesday, October 9, 2019

Dua Malam di Pantai Pangandaran - Finished

Malam kedua kami di Pantai Pangandaran, setelah kenyang dari Brillo's Pizza kami segera beristirahat. Well maksudnya disini suami bisa langsung tidur sedangkan saya masih cuci2 baju yang penuh pasir setelah bermain di Pantai Batu Karas sembari anak2 goler-goleran di kasur sampai ketiduran.
Setelah anak2 tidur, saya segera packing2 karena besok paginya setelah sarapan kami akan langsung check out kembali ke Bandung.

Kenapa kok singkat sekali di Pangandaran? karena memang jatah liburan Term Break nya M cuma 5 hari dan perjalanan pulang memakan waktu yang cukup lama.

Besoknya setelah sarapan, kami kembali ke kamar untuk mengambil koper. Sewaktu kembali ke kamar tidak lupa kami foto2 dulu di The Famous Chapel at Laut Biru Hotel


Agak menyesal karena kenapa baru foto setelah mau pulang, karena RAME. Nunggu giliran foto dan susah cari angle yang bagus, mau serong kanan ada orang, serong kiri ada orang. Padahal saat kita baru sampai itu spotnya sepi banget, hiks.

Dari chapel kita bisa melihat Samudra Hindia dengan sangat jelas dan luas. Hamparan pasir pantai dengan deburan ombak sangat indah dan menenangkan hati. Sedangkan para nelayan sibuk menarik jaring dan mensortir ikan hasil tangkapan mereka.

Setelah puas berfoto, kami turun ke Lobby dan bertemu dengan owner Hotel Laut Biru, kami hanya tau namanya Pak Ake dari staff hotel.

Sejak hari pertama check in malam-malam, Pak Ake sudah ada dibelakang respsionis mengawasi pekerjaan mereka sambil duduk2. Penampilannya sederhana sekali, saking sederhana nya hanya memakai celana pendek dan baju berkerah saja. Boleh kita bayangkan sama penampilannya dengan Alm. Bob Sadino Jauh dari kata mewah dan perlente. Saya sempat berbisik kepada respsionis nya, 
"itu pemiliknya ya Mbak?"

"Iya Bu, itu Pak Ake"

Sebetulnya saya ingin sekali berbincang sedikit dengan Pak Ake saat itu, namun karena badan sudah sangat lelah dan Pak Ake terlihat sedikit sibuk, yo weis saya berharap besok bisa kali yaa..

Pak Ake ini seorang pribadi yang luar biasa, beliau sudah stand by di restaurant mengawai pekerjaan pegawainya melayani breakfast para tamu. Bolak balik saya lihat dia ke dapur lalu keluar, lalu memanggil supervisor, memberikan instruksi dsb. Tidak berhenti untuk duduk maupun bersantai. Sambil sesekali melempar senyum kepada penghuni hotel, termasuk saya huhuyyy..

Nah, kebetulan nih di saat kami mau check out, Pak Ake stand by lagi di area resepsionis. Beliau langsung menyapa saya dengan ramah.
"Mau pulang nih? Asalnya dari mana?"

Dari percakapan basa basi akhirnya mulai masuk ke pembahasan yang lebih serius. Memang dasarnya saya juga orangnya pingin tau melulu apalagi kalau lagi ngobrol dengan pengusaha sukses, wah pertanyaan saya banyak sekali.

Pak Ake bercerita, awal mulanya beliau memiliki usaha tekstil dibilangan Mangga Dua Jakarta. Beliau memiliki hobby memancing dan sampailah beliau memancing di Pangandaran lalu jatuh cinta dengan pantai ini sekaligus melihat ada peluang usaha. Sebelumnya Pak Ake berkecimpung dalam pembangunan sebuah Resort yang cukup terkenal dan di Pangandaran, pemiliknya masih saudara, kata beliau. Setelah Resort tersebut selesai, lambat laun gerak gerik Pak Ake mulai dibatasi sehingga beliau memutuskan untuk berdikari dan membangun hotel sendiri, maka lahirlah Laut Biru Hotel. 

Menurut beliau, Laut Biru Hotel usianya sudah hampir 15 tahun. Lalu baru2 ini dibangun Laut Biru Hotel dengan Chapel persis disamping, jadi sekarang sebutannya hanya Gedung Lama dan Gedung Baru. Diantara itu dibangun connecting di lantai 2 restaurant untuk memudahkan para penghuni menikmati breakfast.


Dari penuturan Pak Ake, beliau sangat menyenangi usaha pariwisata hotel karena tidak terlalu ribet pengelolaannya dibandingkan usaha tekstilnya yang terdahulu  karena harus memiliki modal yang besar dan ada resiko piutang yang tidak terbayar oleh customer. Hingga hari ini usaha tekstilnya masih berjalan hanya saja dialihkan ke saudara kandung dan Pak Ake hanya menikmati bagi hasil. Pak Ake sendiri sekarang berdomisili di Bandung, setiap Sabtu Minggu beliau akan ke Pangandaran untuk meninjau, atau hari lain bila sedang ada Rombongan Grup datang menginap. 

Pak Ake berpesan kepada kami, khususnya dalam berwirausaha, hindari usaha yang potensi piutangnya besar, karena bukannya tambah maju, hanya akan menggerus modal yang kita miliki. Petuah yang sangat bagus, bukan basa basi, tapi keluar dari mulut seorang pengusaha sukses. Percakapan kami memang singkat namun sangat membekas di hati saya.

Sukses terus Pak Ake! Sukses terus Laut Biru Hotel!